Sedang menikmati senja di ujung sumatra.
Rasakan indahnya, sebelum ombak membawamu menjauh dari pulau itu, bersama malam melenyapkannya dari pandanganmu.
Jingga, biru, kelabu menyatu dalam senja. Sayangnya, tak nampak mentari yang perlahan kembali ke peraduannya.
Senja tak memberimu kesempurnaan, dengan maksud agar kau cepat kembali dan mencarinya.
Saat itu kalian bisa bertukar senyum tidak seperti kali ini.
Ketidaksempurnaan adalah sempurna. Sesempurna hitam yang menyapu jingga dengan cepatnya. kini, tinggal kelabu yg tersisa.
Kelabu itu rela berubah menjadi warna yang kau harapkan.
Ia jaga doa-doa yang dalam perjalanan menuju ketinggian.
Bisakah ia menjadi jingga yang selalu mengiringi kedatangan senja???
Bukan hanya itu, dengan bentuk yang ia miliki bahkan sanggup mengikuti putaran bumi yang selalu mendampingimu dengan berbagai warna. Tidak ketika senja saja.
Namun aku ingin selalu melihat senja bersama jingganya saat mataku terjaga.
Setiap kali muncul kerinduan kepada malam, senja itu siap menjemputmu dengan kencananya. Maka jangan pernah takut senja tidak kembali membawa harapan.
Hanya butuh hati untuk melihatnya.
Hanya butuh hati untuk melihatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar