Malam tak pernah larut, ia mengalir hingga pagi menggantikan warnanya.
Namun pagi itu masih jauh.
Apa yang kita lakukan untuk mengisi aliran malam yang semakin hitam ini.
Jika kau sudi menyanyilah untukku untuk dirimu.
Keluarlah dari persembunyianmu lalu mendongaklah. Mereka sedang asik bercengkrama, berbincang dan berdiskusi tentang hidup dan hati.
Wahai malam hangatkan lah mereka yang menjaganya.
Sebab aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan dari dalam hitam
belum sanggup jiwa untuk keluar dari sini. Ya dari tubuh lemahku
namun mataku tetap kearah sana.
Sunyi membisikkan sesuatu padaku., sebuah pesan singkat dari si penyapa dalam hitam.
Jika pesan itu membuat hati terangkai dengan bunga-bunga
secepatnya kau sebut namanya lalu kau sapa ia dengan senyuman.
Cukup itu, bahagialah seluruh penghuni malam
termasuk bintang dan bulan meski mereka tertutup oleh awan.
jauh disana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar