Waktu begitu cepat berlalu.Sudah dua bulan kurasakan bagaimana hidup di tahun 2010. Cerita ini kumulai ketika Februari mengajakku bertaruh. Semua sama penting dengan bagaimana aku menjalani bulan setelahnya demi sebuah hati yang mulai kini tidak lagi akan meminta janji kepada siapapun termasuk kamu.
Mimpi yang kudapat dari sebuah malam dibulan Februari menggambarkan bagaimana kelak aku akan menghadapi suatu ketika yang aku pun tidak mengenali diri sendiri demikian pula denganmu. Tapi entah kapan, bagaimana dan di mana itu akan terjadi. Keterbatasan malam tidak memberiku kesempatan untuk bertanya kepada penguasa mimpi tentang kelanjutan cerita yang ia tulis untuk jalan kehidupanku. Apakah bulan maret, april atau mungkin nanti dipenghujung tahun. Isi tubuh hanya terus berdoa untuk sesuatu yang terbaik dalam perjalanan yang tentunya adalah sebuah misteri.
Tidak ada lagi yang harus kita tanyakan kepada mereka kawan, bayanganku pun memberiku saran dan melarang untuk tidak lagi berhubungan dengan kanyataan. Ia meminta aku tetap tinggal di sini, di alam yang serba ada, semua tersedia dengan sendirinya dan tidak perlu membayar untuk itu semua. Alam ini menyenangkan bagi orang yang berpikiran seperti aku. Dalam hidup tidak mesti ada perjuangan, kepuasan dikesampingkan serta harga jasa itu tidak dibutuhkan. Sebab itu semua tidak ada dalam proses yang tercantum di langit-langit dunia yang kini kupijak. Di sini hanya butuh seseorang yang kreatif dan sedikit licik. Agar cerita serta gambar yang terkarang cukup meyakinkan aku pilih corak serta warna yang cocok sebagai bingkai cerita itu.
Aku benar-benar bersyukur bahwa umur dan napasku bisa tiba di ujung Februari. Dengan tubuh lengkap dan senyum sedikit mengembang aku berhasil menyembunyikan sebuah cerita hati. Cerita tersebut tak layak diungkap walaupun itu dalam bentuk dongeng. Cerita ini Penuh dengan wanra yang tak jelas, sebab jalan yang dilalui cerita nyata ini basah terguyur air mata.
Kenyataan ini memaksa aku memilih tiga hal tersulit bagiku yaitu di penggal, digantung atau ditembak. Ketiga hal tersebut harus kupilih salah satu dengan kata lain aku tidak bisa mnghindarinya. Tidak cukup dia membuat aku sengsara dengan memberiku pilihan gila itu, ia hadirkan lagi mimpi buruk ketika tidurku berada di puncak kepulasan. Ketika itu pula kenyataan menganggapnya sebagai kesempatan untuk menawarkan jalan lain kepadaku yaitu menjatuhkan diri dari puncak khayalan, namun karena aku merasa adalah manusia yang memilki prinsif yang tidak mudah untuk merubah A menjadi B aku bertahan di alam mimpi, alam yang seringkali memberiku cerita yang luar biasa. Sudah kukatakan sebelumnya aku tidak akan lagi percaya denganmu kenyataan. Sudah berulangkali kau merebut senyuman yang baru saja mulai mengembang diwajahku ini. Bukan hanya itu yang kerap kau lakukan untuk menyiksaku, kau lemparkan telur busuk bercampur darah tepat mengenai kepalaku. Dan kau tau itu bertanda kau mengajakku bermusuhan. Aku katakan kebahagiaanku belum ada di dadamu di kenyataanmu.
Alam mimpi seperti sebuah ranjang hangat dengan sepuluh bidadari di atasnya sedang menungguku untuk bercinta. Ditambah seorang lagi dengan lembut melantunkan lagu mengantarku mengarungi cerita ini dengan beribu kegilaan. Lagu-lagu yang ia nyanyikan tak pernah ku dengar sebelumnya apa mungkin lagu-lagu itu karangnya sendiri atau karena mimpi itu miliknya sehingga mudah baginya merubah lirik lagu tersebut dan melantunkannya dengan sedikit adegan menangis sehingga aku terbuai olehnya. Meski semua mimpi yang kudapat di sebuah bulan yang suram ini membuat aku seperti terpotong tujuh bagian namun aku hargai mimpiku dengan sepenuh hati. kau bahagiakan aku dengan kebohonganmu, aku berterimakasih untuk semuanya. Mulai sekarang seluruh wajahku kupoles dengan warna hitam sebagai tanda aku berpihak padamu dan dengan senang hati melanjutkan mimpi-mimpi ini seorang diri.
Menjadi seorang pemimpi sejati.
Mimpi yang kudapat dari sebuah malam dibulan Februari menggambarkan bagaimana kelak aku akan menghadapi suatu ketika yang aku pun tidak mengenali diri sendiri demikian pula denganmu. Tapi entah kapan, bagaimana dan di mana itu akan terjadi. Keterbatasan malam tidak memberiku kesempatan untuk bertanya kepada penguasa mimpi tentang kelanjutan cerita yang ia tulis untuk jalan kehidupanku. Apakah bulan maret, april atau mungkin nanti dipenghujung tahun. Isi tubuh hanya terus berdoa untuk sesuatu yang terbaik dalam perjalanan yang tentunya adalah sebuah misteri.
Tidak ada lagi yang harus kita tanyakan kepada mereka kawan, bayanganku pun memberiku saran dan melarang untuk tidak lagi berhubungan dengan kanyataan. Ia meminta aku tetap tinggal di sini, di alam yang serba ada, semua tersedia dengan sendirinya dan tidak perlu membayar untuk itu semua. Alam ini menyenangkan bagi orang yang berpikiran seperti aku. Dalam hidup tidak mesti ada perjuangan, kepuasan dikesampingkan serta harga jasa itu tidak dibutuhkan. Sebab itu semua tidak ada dalam proses yang tercantum di langit-langit dunia yang kini kupijak. Di sini hanya butuh seseorang yang kreatif dan sedikit licik. Agar cerita serta gambar yang terkarang cukup meyakinkan aku pilih corak serta warna yang cocok sebagai bingkai cerita itu.
Aku benar-benar bersyukur bahwa umur dan napasku bisa tiba di ujung Februari. Dengan tubuh lengkap dan senyum sedikit mengembang aku berhasil menyembunyikan sebuah cerita hati. Cerita tersebut tak layak diungkap walaupun itu dalam bentuk dongeng. Cerita ini Penuh dengan wanra yang tak jelas, sebab jalan yang dilalui cerita nyata ini basah terguyur air mata.
Kenyataan ini memaksa aku memilih tiga hal tersulit bagiku yaitu di penggal, digantung atau ditembak. Ketiga hal tersebut harus kupilih salah satu dengan kata lain aku tidak bisa mnghindarinya. Tidak cukup dia membuat aku sengsara dengan memberiku pilihan gila itu, ia hadirkan lagi mimpi buruk ketika tidurku berada di puncak kepulasan. Ketika itu pula kenyataan menganggapnya sebagai kesempatan untuk menawarkan jalan lain kepadaku yaitu menjatuhkan diri dari puncak khayalan, namun karena aku merasa adalah manusia yang memilki prinsif yang tidak mudah untuk merubah A menjadi B aku bertahan di alam mimpi, alam yang seringkali memberiku cerita yang luar biasa. Sudah kukatakan sebelumnya aku tidak akan lagi percaya denganmu kenyataan. Sudah berulangkali kau merebut senyuman yang baru saja mulai mengembang diwajahku ini. Bukan hanya itu yang kerap kau lakukan untuk menyiksaku, kau lemparkan telur busuk bercampur darah tepat mengenai kepalaku. Dan kau tau itu bertanda kau mengajakku bermusuhan. Aku katakan kebahagiaanku belum ada di dadamu di kenyataanmu.
Alam mimpi seperti sebuah ranjang hangat dengan sepuluh bidadari di atasnya sedang menungguku untuk bercinta. Ditambah seorang lagi dengan lembut melantunkan lagu mengantarku mengarungi cerita ini dengan beribu kegilaan. Lagu-lagu yang ia nyanyikan tak pernah ku dengar sebelumnya apa mungkin lagu-lagu itu karangnya sendiri atau karena mimpi itu miliknya sehingga mudah baginya merubah lirik lagu tersebut dan melantunkannya dengan sedikit adegan menangis sehingga aku terbuai olehnya. Meski semua mimpi yang kudapat di sebuah bulan yang suram ini membuat aku seperti terpotong tujuh bagian namun aku hargai mimpiku dengan sepenuh hati. kau bahagiakan aku dengan kebohonganmu, aku berterimakasih untuk semuanya. Mulai sekarang seluruh wajahku kupoles dengan warna hitam sebagai tanda aku berpihak padamu dan dengan senang hati melanjutkan mimpi-mimpi ini seorang diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar